Selasa, 17 Februari 2009

Sapeken

Di Negara kita Indanesia ini,Percayakah anda di sebuah pulau yang masuk wilayah geografis Kabupaten Sumenep, Madura dihuni 90% penduduk asli Suku Bajo, Sulawesi Selatan. Hal itu mungkin saja dan memang benar adanya. Ya itulah, Pulau Sapeken yang berjuluk Surabaya Kecil dari Kepulauan Kangean. Penduduk aslinya secara turun-temurun adalah Suku Bajo dari Sulawesi Selatan dan bahasa lokalnya adalah Bahasa Bajo. Mengapa disebut Surabaya Kecil.
Pulau dengan luas 2,45 km persegi ini memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi di kawasan Kepulauan Kangean dan memiliki keunikan tersendiri. Sekitar 5.000 kepala keluarga (KK) menjadi penghuni pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Paliat, Kep Kangean ini. Tetapi, jika jumlah seluruh penduduk Kecamatan Sapeken yang ada di sembilan desa sekitar 18.000 KK. Roda kehidupan di sana layaknya seperti kota besar Surabaya.Aktivitas penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Ini ditandai dengan adanya pelabuhan yang cukup besar untuk melayani pulau-pulau di sekitarnya. Pulau yang dianggap sebagai “Singapura-nya Madura” ini juga merupakan kantor kecamatan bagi delapan pulau (sembilan desa) di sekitarnya. Pulau-pulau yang luas wilayahnya lebih besar dibandingkan Sapeken, malah menjadi desa-desa di bawah kekuasaan Camat Sapeken. Sembilan desa itu adalah Desa Sekala di Pulau Sekala, Desa Pagerungan Besar di Pulau Pagerungan Besar, Desa Pagerungan Kecil di Pulau Pagerungan Kecil, Desa Tanjung Kiaok dan Desa Sepanjang di Pulau Sepanjang, Desa Sasiil di Pulau Sasiil, Desa Sapeken di Pulau Sapeken, Desa Sabuntan di Pulau Sabuntan dan Desa Paliat di Pulau Paliat.Desa Sapeken yang secara langsung menjadi wilayah Pulau Sapeken (Kecamatan) terdiri dari Dusun sawur, Dusun Saebus, Dusun Sadulang Besar, Dusun Sadulang Kecil, Dusun Saulan dan Dusun Sitabok.